Selasa, 12 April 2011

Observasi Museum


Pada 14 Maret 2011, tepatnya pukul 12.00 WIB bagian Sewon, kelompok Sumbut beranjak ke Jl. Bintaran Yogyakarta, untuk menengok Museum Sasmitaloka yang sampai saat ini masih berdiri tegak di tengah keramaian kota Jogja...
Tempatnya agak nyelip sih..tapi asiiik...wkwk..

Berikut kami sajikan beberapa visual yang kami dapat dari museum Sasmitaloka Yogyakarta...

Patung ini berdiri kokoh di halaman museum Sasmitaloka. Patung ini adalah penggambaran dari sosok Pangsar Soedirman ketika sedang melakukan inspeksi pasukan di Alun-alun Utara Yogyakarta
Seperangkat meja kursi ini adalah tempat Pangsar Jenderal Soedirman menerima tamu-tamu baik keluarga maupun pejabat
Benda ini adalah radio dengan merk PHILIP yang pernah dipergunakan Pangsar Jenderal Soedirman di rumah kediaman yang saat ini dikenal sebagai Museum Sasmitaloka
Terdapat banyak patung Pangsar Jenderal Soedirman di dalam museum. Ini adalah salah satunya yang terletak di ruang tidur tamu, dan berdampingan dengan patung Jenderal Oerip Soemohardjo
Di halaman luar museum, terdapat sebuah peta situasi rute gerilya Pangsar Jenderal Soedirman

Papan ini berisi dokumentasi mengenai Pangsar Jenderal Soedirman, mulai dari kegiatan-kegiatan sampai dengan dokumentasi pemakaman Pangsar Jenderal Soedirman. Pada bagian tengah papan terdapat foto yang dicetak besar. Foto itu adalah foto Bung Karno yang sedang memeluk Pak Dirman (kalau penasaran, sumangga berkunjung ke sana, anda pasti akan terenyuh... )

Di dalam rak kaca ini terdapat mantel, ikat kepala, tongkat, sepatu, pakaian tidur milik Jenderal Soedirman. Beberapa diantaranya sering digunakan oleh Jenderal Soedirman dalam perang gerilya.



Tempat ini merupakan sebuah lorong kecil diantara ruang koleksi pribadi dengan ruang diorama. Pada lorong ini terpajang beberapa telegram ucapan bela sungkawa dari para pejabat dan teman seperjuangan Jenderal Soedirman saat beliau wafat.

Ini adalah salah satu tandu yang pernah digunakan untuk mengusung Jenderal Soedirman dalam perjalanan gerilya

Dokar ini pernah digunakan Jenderal Soedirman dari Playen menuju Semanu (Kab. Gunung Kidul) sepanjang 16 kmm setelah sebelumnya ditandu. Secara bergantian ditarik oleh para perwira, antara lain : Kapten Tjokropranolo, Kapten Soepardjo Rustam, Mayor Dr. Soewondo, Harsono Tjokroaminoto dan juga rakyat.

Ini adalah sebuah replika bangsal RS. Panti Rapih yang dilengkapi kursi roda dan meja kecil yang digunakan Jenderal Soedirman saat dirawat

Ini adalah sebuah aula terbuka yang terletak di bagian belakang rumah induk


Museum ini terbagi atas 13 ruangan. 6 di antaranya adalah ruangan yang terdapat di dalam rumah induk.
Ruangan tersebut antara lain :
  1. Ruang tamu
  2. Ruang santai
  3. Ruang kerja
  4. Ruang tidur tamu
  5. Ruang tidur Pangsar
  6. Ruang tidur putra-putri
  7. Ruang Pemilihan Pangsar APRI
  8. Ruang Palagan Ambarawa
  9. Ruang RS Panti Rapih
  10. Ruang koleksi kendaraan
  11. Ruang koleksi dari Gunung Kidul/Sobo
  12. Ruang koleksi pribadi
  13. Ruang dokumentasi
Setiap ruangannya memiliki kisah masing-masing. Namun hal yang paling menonjol dalam setiap benda bersejarah yang terdapat dalam museum ini adalah gambaran betapa besarnya perjuangan dan pengabdian Jenderal Soedirman dalam mempertahankan dan menegakkan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  

Untuk selanjutnya, kami akan mencoba menyusuri rute yang pernah ditempuh Jenderal Soedirman saat memimpin perlawanan gerilya terhadap penjajahan Belanda. Rute ini kami batasi hanya pada wilayah kota Jogja dan atau DI Yogyakarta. Kami akan mencari titik-titik dan mencari tahu peristiwa apa yang terjadi pada setiap titik-titik tersebut...



OKEee... Semangat dan JAS MERAH....!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar