Sabtu, 07 Mei 2011

RIWAYAT GEDUNG / SEJARAH SINGKAT GEDUNG


Gedung yang diabadikan menjadi Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman mempunyai riwayat yang cukup panjang sesuai dengan fungsi/pemakainya.
1.       Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, gedung induk tersebut merupakan tempat tinggal pejabat keuangan Puro Paku Alam VII.
2.       Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini dikosongkan dan barang-barangnya disita.
3.       Pada masa Pemerintahan Republik Indonesia, gedung Sasmitaloka ini telah digunakan antara lain:
  • Selama 3 bulan digunakan sebagai Markas Kompi “Tukul” dari Batalyon Soeharto” (Presiden RI Kedua).
  • Dari tanggal 18 Desember 1945 sampai dengan tanggal 19 Desember 1948, gedung ini menjadi tempat kediaman resmi Jenderal Soedirman, setelah beliau dilantik menjadi Panglima Besar TKR.
  • Pada masa perang kemerdekaan menghadapi Agresi Belanda II digunakan oleh Belanda sebagai Markas I.V.G (Informatie voor Geheimen) dari Brigade T.
  • Setelah pengakuan kedaulatan RI tanggal 27 Desember 1949 RI, gedung ini digunakan untuk :

1.       Markas Komando Militer Kota Yogyakarta
2.       Asrama Resimen Infanteri XIII dan Penderita Cacad (Invalid)
 
Dari tanggal 17 Juni 1968 sampai dengan tanggal 30 Agustus 1982, telah digunakan sebagai Museum Angkatan Darat. Dari beberapa peristiwa yang berlangsung di gedung ini, jelaslah bahwa gedung yang diabadikan menjadi Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman telah mempunyai sejarah yang cukup mengesankan untuk disimak dan diresapi maknanya oleh setiap warga Negara RI, khususnya prajurit-prajurit TNI generasi penerus.

Jumat, 06 Mei 2011

MUSEUM SASMITALOKA PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN


Dalam rangka melestarikan nilai-nilai ’45 dan nilai-nilai TNI’45, dipandang perlu adanya monument-monumen untuk mengabadikan peristiwa bersejarah dan tokoh-tokoh pelaku sejarah Angkatan Darat/TNI. Guna mewujudkan hal tersebut di atas, Dinas Sejarah Angkatan Darat mengabadikan gedung bekas kediaman Panglima Besar Jenderal Soedirman yang terletak di Jlaan Bintaran Wetan No.3 Yogyakarta menjadi “Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman”, seperti halnya dengan “Museum Sasmitaloka Jenderal TNI A. Yani”, di Jalan Lembang D.58 Jakarta.

Usaha menuju terwujudnya Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman dilakukan sejalan dengan usaha untuk mewujudkan Museum TNI Angkatan Darat tingkat pusat yang memadai. Rencana tersebut baru dapat terwujud pada tanggal 30 Agustus 1982, bertepatan dengan peresmian Museum Pusat TNI Angkatan Darat “Dharma Wiratama”. Secara simbolis Kasad Jenderal TNI Poniman telah berkenan meresmikan gedung bekas kediaman Panglima Besar Jenderal Soedirman menjadi “Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman”. Sasmitaloka tersebut merupakan tempat untuk mengabadikan riwayat hidup dan perjuangan almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Sasmitaloka berasal dari bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Secara etimologis berasal dari kata “sasmita” yang berarti pengeling-ngeling, mengingat, mengenang, dan “loka” sendiri berarti tempat. Jadi, Sasmitaloka Pangsar Jenderal Soedirman adalah merupakan tempat untuk mengenang pengabdian, pengorbanan dan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Gedung induk berisi koleksi benda-benda yang dimiliki oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman beserta keluarga pada waktu beliau menempati gedung tersebut mulai tanggal 18 Desember 1945 sampai dengan tanggal 19 Desember 1948. Sedangkan gedung yang berada di sebelah kanan, belakang dan samping kiri dari gedung induk berisi koleksi benda-benda semasa pengabdian Panglima Besar Jenderal Soedirman dari masa setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, khususnya benda-benda semasa perjuangan yang dikenal dengan periode “Wiro Lelono”, hingga kembali ke Ibukota RI, Yogyakarta.

Penerangan Umum di Museum Sasmitaloka

Hari dan Jam Buka Museum
Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedriman dibuka setiap hari, dari pukul 08.00 sampai dengan 14.00 WIB. Khusus hari Jumat, museum dibuka pukul 10.00 sampai dengan 14.00 WIB. Dan untuk hari-hari besar, museum ditutup.
Bagi pengunjung rombongan berjumlah besar dihimbau untuk melapor terlebih dahulu, baik melalui surat, telepon atau datang ke kantor Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman di Jalan Bintaran Wetan No.3 Yogyakarta.

Pramuwidya
Bagi pengunjung baik pengunjung rombongan maupun perorangan yang memerlukan pembimbing (pramuwidya) dapat menghubungi pertugas di kantor.

Souvenir Shop
Bagi pengunjung yang memerlukan cinderamata disediakan di Souvenir Shop atau dapat menghubungi pertugas.

Parkir Kendaraan
Parkir kendaraan roda empat, berada di sepanjang Jl. Bintaran Wetan (sisi sebelah barat) atau Jl. Bintaran Tengah Yogyakarta. Sedangkan untuk kendaraan roda dua, bisa diparkir di belakang pos penjaga museum.

Angkutan Umum
Bus kota dari terminal Giwangan yang bisa dijadikan pilihan, antara lain :
- Jalur 4
- Jalur 6
- Jalur 12
- Jalur 15
- Jalur 10
- Jalur 2
Di samping itu, juga semua kendaraan umum yang melalui Jl. Sultan Agung, kemudian turun di pertigaan Jl. Bintaran Wetan (depan Apotik Suci).

Keamanan dan Kebersihan
Setiap pengunjung dimohon mengikuti dan mentaati peraturan Museum yang berlaku dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Tempat Ibadah
Bagi pengunjung yang hendak melaksanakan ibadah disediakan Mushola yang berada di area Museum di bagian utara.